Tampilkan postingan dengan label Educations. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Educations. Tampilkan semua postingan

Makna Hari Perenmpuan Sedunia


indosiar.com - Setiap tanggal 8 Maret, seluruh perempuan di dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia atau Women Day. Dijadikannya tanggal 8 Maret sebagai International Women Day, karena pada tanggal yang sama di tahun 1917, perempuan di Rusia, untuk pertama kalinya diberikan hak suara oleh pemerintah Rusia. Inilah yang menjadi tonggak awal peringatan bagi seluruh perempuan dunia.
Sebagaimana dikutip dari www.lbh-apik.or.id, Hari Perempuan Sedunia sesungguhnya merupakan kisah perempuan biasa menoreh catatan sejarah; sebuah perjuangan berabad-abad lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti juga kaum laki-laki.
Di masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata menggalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka untuk menuntuk dihentikannya peperangan; dalam Revolusi Prancis, perempuan Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan "kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan" menuntut hak perempuan untuk ikut dalam pemilu.
Ide untuk memperingati hari Perempuan Sedunia sebetulnya telah berkembang sejak seabad yang lalu ketika dunia industri ini sedang dalam masa pengembangan dan pergolakan, peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan pemunculan paham-paham radikal. Berikut ini adalah kronologi singkat dari beberapa kejadian penting yang mengiringi perjalanan Hari Perempuan Sedunia.
1909 :
Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada tanggak 28 Februari di Amerika Serikat.Hari hari tersebut kemudian terus diperingati perempuan pada setiap hari minggu terakhir bulan Februari sampai tahun 1913.
1910:
Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark, memutuskan untuk memilikii Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia. Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.
1911:
Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun yang lalu, Hari Perempuan Seduani untuk pertamakalinya diperingati (pada tanggal 19 Maret) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss, dimana lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama turun kejalan. Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan.
Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada tanggal 25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi. Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di Amerika Serikat dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.

Kalimat Majemuk Bertingkat


Kalimat Majemuk Bertingkat - Apa definisi kalimat majemuk bertingkat ? ada hubungan apa sajakah dalam kalimat majemuk bertingkat ? dalam  artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat majemuk bertingkat, disertai dengan contoh contohnya.

Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya. Berikut ini Anda akan membahas hubungan tersebut.

1. Hubungan waktu kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah sejak, semenjak, sedari, ketika, sebelum, sesudah, hingga, sementara, seraya, tatkala, selama, selagi, serta, sambil, seusai, sesudah, setelah, sehabis, sampai, hingga.
Contoh:
Sejak anak-anak, saya sudah terbiasa hidup sederhana.

2. Hubungan syarat kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah seandainya, andaikata, bilamana.
Contoh:
a. Jika Anda mau mendengarkannya, saya akan bercerita.
b. Pembangunan balai desa ini akan berjalan lancar andaikata seluruh warga mau berpartisipasi.

Kalimat Majemuk Setara


Kalimat Majemuk Setara - Apa definisi kalimat majemuk setara ? ada hubungan apa sajakah dalam kalimat majemuk setara? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat majemuk setara, disertai dengan contoh contohnya.

Definisi & Pengertian Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih dan tiap-tiap unsurnya mempunyai kedudukan yang sama. Ada tiga macam hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara.

Jenis Hubungan Kalimat majemuk setara

1. Hubungan penjumlahan kalimat majemuk setara
Hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, atau proses. Hubungan penjumlahan ini ditandai dengan kata penghubung dan, serta, baik. . . maupun.

Contoh Hubungan penjumlahan kalimat majemuk setara:
Ia baik hati dan suka menolong teman yang mengalami kesusahan.

Jabatan dan Pola Kalimat


Jabatan dan Pola Kalimat - Kalimat terdiri atas beberapa kata atau frasa. Setiap bentuk kata atau frasa tersebut mempunyai fungsi sintaksis tertentu. Suatu bentuk kata yang tergolong dalam kategori tertentu dapat mempunyai fungsi sintaksis yang berbeda dalam kalimat. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat memperhatikan contoh kalimat di bawah ini!

1. Ali sedang belajar. 
2. Nama anak itu Ali. 
3. Ibu memanggil Ali.
4. Ayah membeli buku untuk Ali.

Kata Ali dalam keempat kalimat tersebut tergolong nomina (katabenda). Kata tersebut dapat menduduki fungsi Subjek pada kalimat 1, Predikat pada kalimat 2, Objek pada kalimat 3, dan Pelengkap pada kalimat 4.

Suatu kalimat minimal terdiri atas unsur predikat dan unsur subjek. Kedua unsur kalimat tersebut merupakan unsur yang kehadirannya selalu wajib. Di samping kedua unsur tersebut, dalam suatu kalimat kadangkadang ada kata atau kelompok kata yang dapat dihilangkan tanpa mempengaruhi status bagian yang tersisa sebagai kalimat, tetapi ada pula yang tidak.

Kalimat Inti dan Kalimat Transformasional


Kalimat Inti dan Kalimat Transformasional - Apa definisi kalimat inti ? Apa definisi kalimat transformasional ? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat inti dan kalimat transformasional, disertai dengan contoh contohnya.

Definisi Kalimat Inti dan Kalimat Transformasi

Kalimat inti adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur pusat, yaitu unsur subjek dan predikat, tanpa mengalami perluasan pada salah satu unsurnya.

Jika kalimat inti telah mengalami perubahan berupa susunan katanya atau intonasinya, kalimat tersebut tidak menjadi kalimat inti lagi, walaupun masih merupakan kalimat mayor. Kalimat tersebut menjadi kalimat transformasional. Perubahan dari kalimat inti menjadi kalimat transformasional dapat dilakukan dengan cara mengubah tata urut unsur unsur intinya, mengubah intonasi netralnya, atau memperluas kalimat inti tersebut. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh kalimat di bawah ini!


Contoh Kalimat inti: 

Adik menangis.

Kalimat Panjang dan Kalimat Pendek

Kalimat Panjang dan Kalimat Pendek - Apa definisi kalimat Panjang ? Apa definisi kalimat Pendek ? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat panjang dan kalimat pendek, disertai dengan contoh contohnya.

Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini! ( Contoh Kalimat Panjang dan Kalimat Pendek )
1. Pergi!
2. Amat mahal!
3. Sudah siap!
4. Ia ada di kamar.

Kalimat 1 hanya terdiri atas satu patah kata dan diapit oleh kesenyapan awal dan kesenyapan final. Kalimat 1 hanya terdiri atas satu kontur. Kalimat 2 terdiri atas dua patah kata. Bagian-bagian dari kalimat 2, yaitu amat dan mahal dapat menduduki posisi lepas, jadi dapat berdiri sendiri sebagai kalimat jika perlu, tetapi kata amat tidak dapat berdiri sendiri dalam posisi yang demikian. Kata amat selalu mengikat kata-kata berikutnya untuk dapat bersama-sama muncul dalam suatu tutur. Ikatan itu dapat membentuk satu kontur. Lain halnya dengan kalimat 3. Tiap-tiap bagian dari kalimat 3 dapat muncul dalam posisi lepas dan masing-masing dapat memasuki satu kalimat dengan satu kontur bila perlu. Jadi, pada prinsipnya bagian dari kalimat itu dapat pula membentuk satu kalimat lagi.

Kalimat Normatif dan Kalimat Inversi


Kalimat Normatif dan Kalimat Inversi - Apa definisi kalimat Normatif ? Apa definisi kalimat Inversi ? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat normatif dan kalimat inversi, disertai dengan contoh contohnya.

Urutan fungsi dalam kalimat bahasa Indonesia boleh dikatakan mengikuti pola Subjek–Predikat–Objek (jika ada)–dan Pelengkap (jika ada). Kalimat-kalimat yang berpola seperti tersebut merupakan kalimat yang sering disebut kalimat normatif. ( definisi kalimat normatif )

Akan tetapi, ada satu pola kalimat dalam bahasa Indonesia yang predikatnya selalu mendahului subjek (P–S). Kalimat yang menggunakan pola kalimat seperti itu disebut kalimat inversi. Pada umumnya kalimat inversi mensyaratkan subjek yang tidak
tertentu atau tidak definit. ( definisi kalimat inversi )


Coba, bandingkan pola kedua kalimat berikut ini!
1. Pak Kartono menanam bibit durian.
2. Ada seseorang yang mencari Anda.

Pada kalimat 1 dapat disimpulkan bahwa pola kalimat 1 adalah S–P–O, sedangkan pola kalimat 2 adalah P–S.

Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk


Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk - Apa definisi kalimat Tunggal ? Apa definisi kalimat Majemuk? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat Tunggal dan kalimat majemuk, disertai dengan contoh contohnya.

Berdasarkan banyaknya klausa, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola baru. Kalimat tunggal, misalnya kalimat inti, kalimat luas, kalimat verbal, kalimat nominal, dan kalimat tidak lengkap. ( definisi kalimat tunggal )

Contoh:
1. Rista menggambar.
�� Kalimat inti
2. Rista menggambar bunga teratai.
�� Kalimat luas
3. Ayamnya lima ekor.
�� Kalimat nominal

Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap


Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap - Apa definisi kalimat lengkap? Apa definisi kalimat tidak lengkap? dan apa perbedaan diantara keduanya? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat lengkap dan tidak lengkap, disertai dengan macam macam bentuk dari kalimat tidak lengkap.

Perhatikan percakapan kedua anak di bawah ini!
Andi : ”Kamu sedang mengetik surat apa?”
Siska : ”Surat undangan rapat OSIS.”

Sudah lengkapkah kalimat yang diucapkan Siska tersebut? Sudah benarkah kalimat tersebut? Jelaskan alasan Anda! Bentuk kalimat bermacam-macam. Salah satu bentuk kalimat yaitu kalimat tidak lengkap. Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang terdiri atas sebagian dari kalimat lengkap. Kalimat tidak lengkap hanya menampilkan satu unsur atau satu fungsi. Unsur atau fungsi yang ditampilkan, misalnya unsur subjek atau keterangan.

Kalimat yang diucapkan Siska merupakan salah satu contoh kalimat tidak lengkap. Kalimat tersebut hanya menampilkan satu unsur saja yaitu objek. Kalimat tidak lengkap dapat terdiri atas bermacam-macam bentuk, sebagai berikut.


Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal - Apa definisi kalimat verbal ? Apa definisi kalimat nominal? simak uraian singkat berikut ini " Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal ".

Anda telah mengidentifikasi kalimat berdasarkan intonasi. Anda dapat pula mengidentifikasi kalimat berdasarkan jenis kata pada predikat di dalam kalimat.

Coba perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!
a. Tarisa menangis.
b. Ibu saya guru bahasa Indonesia.
c. Mobil itu biru tua.
d. Sapinya lima ekor.
e. Rumah saya itu.
f. Rumah saya di sana.

Berjenis kata apakah predikat pada kalimat-kalimat tersebut? Predikat yang terdapat di dalam suatu kalimat dapat berjenis kata kerja, dapat juga berjenis kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, atau kata keterangan.

1. Kalimat Verbal ( Definisi / Pengertian ) 

Arti Kalimat Verbal adalah kalimat yang berpredikat kata kerja.

Contoh Kalimat Verbal (kalimat a):

Kalimat Berita, Kalimat Tanya, dan Kalimat Perintah


Kalimat Berita, Kalimat Tanya, dan Kalimat Perintah - Apakah anda tahu, bedasarkan intonasinya kalimat dibedakan menjadi 3 jenis ? apakah anda tahu definisi kalimat berita ? apakah anda tahu definisi kalimat tanya ataupun definisi kalimat perintah ? semua itu akan kita bahas dalam artikel kita kali ini " Kalimat Berita, Kalimat Tanya, dan Kalimat Perintah ". Pastikan anda membaca dengan seksama.

Kalimat dibedakan atas tiga jenis berdasarkan intonasi yang digunakan dalam mengucapkan kalimat. Jenis-jenis kalimat tersebut yaitu kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah.


1. Kalimat Berita ( Definisi / Pengertian )
Arti Kalimat berita adalah kalimat yang isinya mengungkapkan peristiwa atau kejadian. Anda dapat menggunakan intonasi untuk membedakan kalimat berita dengan kalimat lain. Intonasi kalimat berita bersifat netral. Isinya berupa pemberitahuan.
Contoh Kalimat Berita:
a. Andi gemar olahraga sepeda gunung.
b. Sita murid terpandai di kelasnya.

2. Kalimat Tanya ( Definisi / Pengertian )
Arti Kalimat tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan kepada pihak lain untuk memperoleh jawaban dari pihak yang ditanya. Ciri-ciri kalimat tanya yaitu menggunakan intonasi naik, menggunakan kata tanya, dapat menggunakan partikel tanya -kah.

Langkah Menyimpulkan Isi wawancara


Langkah Menyimpulkan Isi wawancara - Pernahkah Anda melakukan wawancara? Pernahkah membaca hasil wawancara? Bisakah anda menyimpulkan hasil atau isi dari wawancara yang tersaji didepan anda? Anda dapat mengetahui isi pembicaraan dalam wawancara dengan cara menyimak dan mencatat pokok-pokok pembicaraan wawancara tersebut. Cara mengetahui pokok-pokok pembicaraan tersebut dengan menyimpulkan setiap pertanyaan beserta jawabannya yang diajukan pewawancara dalam beberapa kalimat.

Contoh:

Pertanyaan :
Bagaimana prestasi Tim Nasional timnas Indonesia ketika Anda menjabat Ketua mum PSSI setelah adanya program Primavera?

Jawaban :
Meski ketika itu dinilai gagal, tapi kita masih bisa mencapai final SEA Games 1997. SEA Games 1999 kita dapat perunggu. Kemudian, mencapai final Piala Tiger tahun 2000, sementara tahun 1998 kita hanya meraih perunggu. Tahun 1996 untuk pertama kalinya Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia di Uni Emirat Arab. Bahkan, kita mampu menahan imbang 2–2 juara Teluk ketika itu, Kuwait. Tak hanya itu, gol Widodo C. Putro saat melawan Kuwait dengan tendangan saltonya dianggap gol terbaik ketika itu.

Struktur & Isi Biografi


Struktur & isi Biografi - Pernahkah anda membaca biografi? Atau anda sudah mempunyai Biografi? Dalam artikel Struktur & isi Biografi ini kita akan membahas mengenai Apa sih Arti ( Pengertian / Definisi ) Biografi, Struktur maupun isi dari biografi merupakan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Ada juga riwayat hidup pribadi seorang tokoh yang ditulis sendiri oleh tokoh tersebut yang dikenal dengan autobiografi.( definisi autobiografi )

Biografi memuat identitas tokoh, peristiwa yang dialami tokoh, karya tokoh, penghargaan yang diterima tokoh, dan permasalahan yang dihadapi tokoh. Biografi juga memuat perjalanan hidup tokoh tersebut. Isi yang dapat diidentifikasi dalam biografi sebagai berikut.

1. Pelaku
Pelaku merupakan tokoh utama yang ditulis biografinya. Pelaku ini mencakup identitas pribadi (curriculum vitae) tokoh. Identitas tersebut menyangkut nama, tempat tanggal lahir, latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, riwayat organisasi yang diikuti.

Contoh:
Nama : Sutan Syahrir
Tempat, tanggal lahir : Padang Panjang, 5 Maret 1909
Latar Belakang Keluarga

Definisi, Jenis & Macam Klausa


Definisi, jenis & macam Klausa - "klausa" itu adalah judul dari artikel kita kali ini. Apakah teman teman tahu apa arti ( definisi ) klausa itu? apa konstruksi, kategori, kelas, macam dari klausa itu? Apakah teman teman tahu? semua itu akan kamu bahas dalam artikel dibawah ini. Pastikan teman teman benar benar membaca arikel " Definisi, jenis & macam Klausa "ini ^_^.

Definisi ( Pengertian ) Klausa

Arti Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas S–P baik disertai O, PEL, dan KET maupun tidak. Dengan ringkas, klausa ialah S P (O) (PEL) (KET). Tanda kurung menandakan bahwa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka, artinya boleh ada, boleh juga tidak ada.

Contoh:
Ketika orang-orang mulai menyukai ayam bekisar, Edwin sudah memelihara untuk dijual di pasaran.
Kalimat di atas terdiri dari empat klausa, yaitu:
1. (ketika) orang-orang mulai (S–P);
2. menyukai ayam bekisar (P–O);
3. Edwin sudah memelihara (S–P); dan
4. untuk dijual di pasaran (P–Ket.).


I. Klausa Berdasarkan Kategori Kata atau Frasa


Perhatikan kalimat di bawah ini!

Definisi, jenis & macam Frasa


Pengertian Frasa - "Frasa" itu adalah judul dari artikel kita kali ini. Apakah teman teman tahu apa arti ( definisi ) frasa itu? apa konstruksi, kategori, kelas, macam dari frasa itu? Apakah teman teman tahu? semua itu akan kamu bahas dalam artikel dibawah ini. Pastikan teman teman benar benar membaca arikel " Frasa "ini ^_^.


Prakata Menuju Pengertian ( definisi ) Frasa

Kalimat terdiri atas beberapa satuan. Satuan-satuan tersebut terdiri atas satu kata atau lebih. Satuan pembentuk kalimat tersebut menempati fungsi tertentu. Fungsi yang dimaksud yaitu Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel.), dan Keterangan (Ket.).

Fungsi-fungsi tersebut boleh ada atau tidak dalam suatu kalimat. Fungsi yang wajib ada yaitu subjek dan predikat. Fungsi dalam kalimat dapat terdiri atas kata, frasa, maupun klausa.


Definisi frasa

Jadi apa arti frasa? Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat.

Contoh frasa:
Dua orang mahasiswa baru itu sedang membaca buku di perpustakaan. 

Paragraf Narasi


Paragraf Narasi - Apa itu Paragraf Narasi? apa definisinya? pernahkah teman teman menulis sebuah paragraf narasi?

Paragraf narasi merupakan salah satu jenis paragraf yang mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi terdiri atas narasi kejadian dan narasi runtut cerita.

1. Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa.
2. Paragraf narasi runtut cerita adalah pola pengembangan yang menceritakan suatu urutan dari tindakan atau perbuatan dalam menciptakan atau menghasilkan sesuatu.

Berdasarkan jenis cerita, narasi dibagi menjadi dua macam.
1. Narasi yang mengisahkan peristiwa yang benar-benar terjadi atau cerita nonfiksi. Misalnya, cerita perjuangan pahlawan, riwayat atau laporan perjalanan, biografi, dan autobiografi.
2. Narasi yang hanya mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel. Jenis karangan narasi ini disebut karangan narasi sugestif. Narasi sugestif selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi karena sasaran yang ingin dicapai yaitu kesan terhadap peristiwa.

Contoh Paragraf Narasi

Proses Morfologis dan Nonmorfologis


Proses Morfologis dan Nonmorfologis - Apa itu proses morfologis? apa itu proses non morfologis? apa arti afiksasi, reduplikasi dan komposisi dalam proses morfologis? apa arti abreviasi, akronim, asimilasi, disimilasi, diftongisasi, monoftongisasi, haplologi, anaptiksis, metatesis, aferesis, sinkop, apokop, protesis, epentesis, paragog dalam proses non morfologis? semua akan kita bahas dalam artikel kita yang satu ini. Jadi pastikan teman teman membaca artikel "Proses Morfologis" ini ya... ^_^

Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Bentuk dasar dapat berupa kata atau frasa.


Pembentukan kata berdasarkan proses morfologis sebagai berikut.

1. Afiksasi ( definisi )
Arti Afiksasi adalah proses pembentukan kata dengan menambahkan imbuhan.
Contoh:
- pukul �� di + pukul �� dipukul
- makan �� makan + an �� makanan
- hujan �� ke + an + hujan �� kehujanan

2. Reduplikasi ( definisi )
Arti reduplikasi adalah proses pembentukan kata dengan mengulang satuan bahasa baik secara keseluruhan maupun sebagian.
Contoh:

Langkah-Langkah Menemukan / Menyampaikan Topik Artikel

Langkah-Langkah Menemukan / Menyampaikan Topik Artikel -  Kata artikel tidak asing lagi bagi Anda. Anda dapat menemukan artikel di koran atau majalah. Artikel merupakan bentuk karangan yang membahas berbagai masalah. Masalah yang dibahas dalam artikel masalah yang aktual. Artikel menyajikan informasi bagi pembaca. Artikel berbentuk karangan deskripsi atau eksposisi. Dengan membaca artikel, Anda diharapkan mengerti masalah yang dibahas.

Untuk menemukan topik artikel diperlukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Membaca dan memahami artikel secara utuh.
2. Mencatat pokok-pokok isi artikel. Pokok-pokok isi artikel merupakan sesuatu hal yang dibahas.
3. Mencatat topik dan pokok permasalahan yang dibahas dalam artikel.
4. Memberikan pendapat atau uraian beserta alasan terhadap topik yang ditemukan.
5. Menyampaikan secara lisan topik artikel yang dibaca dengan alasan perlunya membaca artikel tersebut.